
Sumbawa Besar, LENSA-NEWS.COM,.- dr. Mega Harta, (DIRUT RSUD), bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Sarip Hidayat, Terkonfirmasi telah audiensi k Pemerintah Pusat yakni Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Langkah ni merupakan salah satu bentuk, mendorong percepatan pembangunan infrastruktu Gedung RSUD Sering. Juga demi terciptanya layanan kesehatan yang semakin berkualitas.
Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut dari undangan resmi Kementerian Kesehatan dengan nomor surat BP.01/DIV/631/2026 tertanggal 27 April 2026. Dalam pertemuan itu, rombongan RSUD Sumbawa diterima oleh jajaran strategis, di antaranya Direktorat Jenderal Fasilitas Kesehatan Rujukan, Direktur Tata Kelola Pelayanan Rujukan, serta Kepala Biro Perencanaan dan Bidang Anggaran.
“Saya dan Kadis Kesehatan melakukan audiensi ke Kemenkes, khususnya kepada Ditjen Fasilitas Kesehatan Rujukan, Direktur Tata Kelola Pelayanan Rujukan, serta Kepala Biro Perencanaan dan Bidang Anggaran,” ujar dr. Mega Harta.
Dalam pemaparannya, dr. Mega Harta menjelaskan bahwa progres pembangunan RSUD Sumbawa di lokasi baru saat ini baru mencapai sekitar 37 persen. Kondisi ini menyebabkan layanan kesehatan masih harus berjalan di dua lokasi, sehingga berdampak pada pembagian sumber daya manusia, sistem layanan, serta meningkatnya biaya operasional antar lokasi.
“Dengan layanan yang masih terbagi di dua tempat, konsekuensinya adalah kebutuhan SDM, sistem pelayanan, dan pembiayaan operasional juga berjalan di dua titik,” jelasnya.
Meski demikian, dari sisi kesiapan layanan, RSUD Sumbawa dinilai semakin siap. Tenaga medis dan penunjang seperti spesialis jantung, perawat, radiografer, hingga apoteker telah dipersiapkan dan dilatih. Sejumlah peralatan medis juga telah siap untuk ditransfer guna mendukung layanan yang lebih komprehensif.
“Kalau diibaratkan, pemain dan peralatan sudah siap, tetapi ‘lapangan bermain’ yang representatif masih dalam proses penyelesaian,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) sempat berada di angka 60 persen, yang berarti masih terdapat sekitar 40 persen kapasitas yang belum termanfaatkan. Namun, seiring perbaikan layanan, angka tersebut mulai meningkat hingga mencapai sekitar 70 persen dalam beberapa bulan terakhir.
Dirut berperawakan tinggi itu, juga yakin bahwa semua pencapaian, yang dinilaieningkatnya sisi layanan pihaknya, adalah merupakan wujud bentuk kepercayaan masyarakat terhadap RSUD sudah mulai pulih. (LN/003)
