
Sumbawa Besar, lensa-mews.com , – Didukung Bantuan Alkes Rp115 Miliar dari Kemenkes, RSUD Sumbawa nyatakan sikap soal pelaksanaan transformasi pelayanan yang saat ni sedang dilaksanakan. Melalui, Direktur RSUD Sumbawa, dr. Mega Harta, MPH dinyatakan bahwa pihaknya terus mempersiapkan transformasi pelayanan kesehatan melalui penguatan sumber daya manusia, peningkatan fasilitas, serta pengembangan layanan unggulan guna mewujudkan rumah sakit yang lebih mandiri dan modern.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar RSUD Sumbawa ke depan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada APBD, melainkan mampu meningkatkan kapasitas pelayanan sekaligus menghasilkan pendapatan daerah melalui layanan kesehatan yang lebih lengkap dan berkualitas.
“Selama masih berada di dua lokasi, tentu ada banyak biaya yang harus dikeluarkan. Mulai dari pengelolaan SDM, operasional, hingga renovasi bangunan lama karena keterbatasan ruang dan tuntutan standar pelayanan,” ujar dr. Mega Harta.
Ia menjelaskan, kondisi pelayanan yang masih tersebar di dua lokasi menyebabkan berbagai pemborosan anggaran, baik dari sisi operasional maupun pemeliharaan bangunan. Karena itu, keberadaan rumah sakit baru dinilai sangat penting agar seluruh pelayanan dapat terpusat dan berjalan lebih optimal.
dr. Mega Harta mengungkapkan, pada tahun 2025 kepercayaan masyarakat terhadap layanan RSUD Sumbawa terus meningkat. Hal itu terlihat dari kenaikan pendapatan rumah sakit yang mencapai sekitar Rp8 miliar.
Menurutnya, peningkatan tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang lebih lengkap dan modern.
Ia mengibaratkan kondisi RSUD saat ini seperti sebuah tim sepak bola yang sudah memiliki pemain lengkap, namun masih bermain di lapangan futsal karena keterbatasan fasilitas.
“Kita sudah punya pemain, sudah punya tim yang siap. Tapi lapangannya masih kecil. Karena itu kami sangat berharap rumah sakit baru segera terwujud agar pelayanan bisa maksimal,” katanya.
RSUD Sumbawa sendiri menjadi salah satu rumah sakit penerima bantuan alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan dengan nilai mencapai sekitar Rp115 miliar. Bantuan tersebut akan mendukung pengembangan berbagai layanan prioritas, termasuk layanan KJSU dan KIA.
“Jadi saat ini layanan KJSU dan KIA didukung melalui bantuan alat-alat kesehatan dari pemerintah pusat. RSUD Sumbawa juga sudah mengantongi SK dari Kementerian Kesehatan sebagai salah satu rumah sakit penerima bantuan tersebut,” jelas dr. Mega Harta.
Ia menambahkan, seluruh sumber daya manusia pendukung juga telah dipersiapkan, mulai dari dokter spesialis, perawat, radiografer, hingga tenaga farmasi. Dengan dukungan fasilitas baru nantinya, kapasitas pelayanan diyakini akan meningkat signifikan dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih maksimal kepada masyarakat Sumbawa. (LN/003)
rditor-lensa-news.com