
Rapat Paripurna Penyampaian KUA serta PPAS 2027, di Ruang Sidang DPRD Sumbawa. (11.08.27)
LENSA POLITIK- Tana Intan Bulaeng
SUMBAWA BESAR, (lensa-news.com) – Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kabupaten Sumbawa Tahun Anggaran 2027 mulai di bahas. Di awali Rapat PARIPURNA Penyampaian gambaran umum tentang KUA serta PPAS oleh tim Ekskutif yang wakili Bupati Sumbawa, Ir. H. Syafruddin Jarot ,.M.P.. sidang di gelar pada Selasa (11/8/2027) di ruang Rapat Kantor DPRD Sumbawa.
Dalam penyampaian (-nya Tim Ekskutif Pemerintahan Daerah Sumbawa, di Ketuai Bupati ; Ir. H. Syafruddin Jarot. M.P,, mengatakan, Kegiatan penyampaian KUA ini adalah sebagai gambaran umum
Rancana belanja, pembiayaan dan prioritas pembangunan daerah sebelum dibahas bersama DPRD Sidang Paripurna APDD 2027 mendatang. “Salah satu fokus Pemkab Sumbawa pada 2027endatang yakni; terus berupaya memperkuat kemandirian fiskal guna mengurangi ketergantungan pada dana transfer,” Ungkapnya memberi contoh tentang garis besar rencana kebijakan anggaran di tahun 2027 nanti.
miliardijelaskan, Pria bertubuh tinggi itu ; penguatan kemandirian fiskal menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah di tengah penyesuaian alokasi Transfer ke Daerah (TKD)Penguatan fiskal dilakukan melalui optimalisasi PAD, digitalisasi sistem pemungutan pajak dan retribusi, peningkatan pelayanan publik, optimalisasi aset daerah serta sinkronisasi program daerah dengan kebijakan nasional.
Pemkab Sumbawa juga menargetkan pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 4,93–5,20 persen, tingkat pengangguran terbuka 2,24–2,47 persen dan tingkat kemiskinan 9,80–10,80 persen.
Bupati berharap pembahasan KUA-PPAS bersama DPRD berlangsung konstruktif sehingga dapat menghasilkan kesepakatan dan menjadi dasar penyusunan APBD 2027 yang tepat waktu serta berkualitas.
“Komitmen bersama ini diharapkan bermuara pada tersusunnya APBD Tahun Anggaran 2027 yang tepat waktu dan berkualitas,” pungkasnya.
Di depan Angota legislatif Sumbawa, orang nomor Sumbawa itu juga memaparkan Rancangan APBD 2027 dalam angka berikut target pencapaian; pendapatan daerah 2027 ditargetkan sebesar Rp1,92 triliun, meningkat Rp25,04 miliar atau 1,32 persen dibandingkan APBD 2026 sebesar Rp1,895 triliun. Pendapatan tersebut terdiri atas PAD Rp269,78 miliar, pendapatan transfer Rp1,64 triliun dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp8,94 miliar.
PAD diproyeksikan meningkat 7,28 persen menjadi Rp269,78 miliar. Kenaikan tersebut didorong antara lain oleh peningkatan pajak daerah serta lain-lain PAD yang sah.
Sementara belanja daerah 2027 direncanakan sebesar Rp1,93 triliun, naik Rp17,05 miliar atau 0,89 persen dibandingkan APBD 2026. Belanja tersebut meliputi belanja operasi Rp1,56 triliun, belanja modal Rp95,33 miliar, belanja tidak terduga Rp20 miliar dan belanja transfer Rp254,11 miliar.
3
