
LENSA-SEHAT “Bumi Tana Intan Bulaeng”
Wabup Sumbawa Dorong Penguatan Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
SUMBAWA – (lensa-news.com),. Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menghadiri Pertemuan Jejaring Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Sumbawa yang digelar di La Grande Ballroom, Kamis (30/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor untuk menekan angka stunting secara berkelanjutan.
Pertemuan dihadiri unsur perangkat daerah terkait, Direktur RSUD Kabupaten Sumbawa, tenaga kesehatan, serta Tim Pembina Posyandu tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan. Melalui forum ini, seluruh pemangku kepentingan diharapkan memiliki kesamaan langkah dalam mendukung pelaksanaan program percepatan penurunan stunting.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H. Sarip Hidayat, SKM., MPH, dalam laporannya menyampaikan bahwa penanganan stunting memerlukan kolaborasi yang kuat antarinstansi dan dukungan seluruh elemen masyarakat. Berdasarkan data yang dipaparkan, prevalensi stunting di Kabupaten Sumbawa pada tahun 2024 tercatat sebesar 29,7 persen. Sementara pada Triwulan I Tahun 2026, masih terdapat 3.225 balita yang memerlukan pendampingan dan intervensi secara terpadu.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa dan RSUD Kabupaten Sumbawa mengenai rujukan pemeriksaan balita stunting. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pelayanan kesehatan bagi balita yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa memberikan penghargaan kepada Pemerintah Desa Karang Dima atas capaian dalam menurunkan angka stunting di wilayahnya sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen pemerintah desa dalam mendukung program percepatan penurunan stunting.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Sumbawa menegaskan pentingnya peningkatan pelaksanaan program di lapangan agar berbagai upaya yang telah direncanakan dapat memberikan manfaat secara nyata bagi masyarakat. Menurutnya, percepatan penurunan stunting memerlukan kerja sama, komitmen, serta keterlibatan aktif seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah desa, kader Posyandu, hingga masyarakat.
Ia berharap seluruh program yang telah disusun dapat dilaksanakan secara berkesinambungan melalui pendampingan, pemantauan, dan evaluasi yang terukur. Dengan sinergi yang semakin kuat, diharapkan angka stunting di Kabupaten Sumbawa dapat terus menurun sehingga terwujud generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai modal pembangunan daerah di masa mendatang.(LN.002)
EDITORIAL – LENSA-NEWS.COM

