
APBD 2026 Resmi Dikukuhkan: Sumbawa Menatap Lompatan Besar dengan Anggaran Rp1,895 Triliun
Sumbawa Besar, Lensa News.com— 24 November 2025 — Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama DPRD menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 sebesar Rp1,895 triliun. Penetapan anggaran ini menjadi tonggak arah pembangunan daerah menuju tata kelola yang lebih modern, ekonomi yang lebih kompetitif, dan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., dalam Pendapat Akhir Pemerintah Daerah menegaskan bahwa APBD 2026 lahir melalui proses panjang, serius, dan penuh kehati-hatian. Penurunan alokasi transfer pusat yang signifikan menjadi tantangan fiskal yang harus dikelola dengan kebijakan strategis, bukan sekadar rutinitas penganggaran.

“Kondisi fiskal ini bukan penghambat, tetapi tantangan untuk menata fiskal lebih sehat dan memaksimalkan potensi daerah. Karena itu, tahun depan fokus kita adalah optimalisasi PAD berbasis pemutakhiran data pajak dan retribusi,” ujar H. Jarot.
Pada sisi belanja, pemerintah memastikan bahwa kebutuhan wajib dalam sektor layanan publik, gaji ASN, UHC, penanggulangan bencana, layanan terpadu, hingga asuransi aset mendapat prioritas. Belanja tersebut merupakan pondasi guna menjaga stabilitas pelayanan dasar sekaligus mendukung readiness criteria bagi program strategis nasional dan percepatan penurunan kemiskinan.
Meski demikian, Bupati mengakui terdapat sejumlah program infrastruktur seperti jalan, jembatan, irigasi, pertanian dan peternakan yang masih harus menunggu dukungan fiskal lanjutan. Untuk itu, strategi pembiayaan eksternal melalui dukungan APBN, kemitraan dengan BUMN/BUMD, dan kontribusi CSR swasta akan menjadi kunci percepatan.
Dalam struktur anggaran tahun ini, pendapatan daerah menurun 22,82% dari Rp2,45 triliun menjadi Rp1,895 triliun, sementara belanja ditetapkan Rp1,918 triliun. Defisit Rp22,99 miliar ditutup melalui pembiayaan netto.
APBD 2026 mengangkat tema besar:
“Penguatan SDM dan Birokrasi Unggul untuk Ekonomi yang Berkeadilan dan Berkelanjutan.”
Tema ini diwujudkan melalui empat fokus:
Transformasi kualitas SDM dan layanan publik
Pembangunan infrastruktur dan konektivitas wilayah
Penguatan ekonomi berbasis inovasi dan inklusi
Akselerasi penurunan kemiskinan
DPRD melalui Badan Anggaran juga memberikan penekanan strategis, termasuk target peningkatan PAD minimal 10%, penyelesaian pembangunan RSUD Sering pada 2026, optimalisasi pasar daerah, percepatan perbaikan akses jalan, serta penguatan peran industri tambang dalam pembukaan lapangan kerja dan program sosial.
Penetapan APBD 2026 ini menjadi penanda bahwa Sumbawa tidak hanya menyusun angka, tetapi menyusun arah masa depan. Pemerintah menegaskan komitmen untuk memastikan anggaran ini bekerja, hadir, dan bermuara pada kesejahteraan masyarakat. (LN)

